September 8, 2007 - posted by admin
Mengingat kefanaan
Adakah manusia laksana embun?
Serasa tak lagi hendak kemana
Cuma menetes, seperti air mata.
Karena hidup hanyalah persinggahan sementara
Kepergian yang fana semoga menghampiri keabadian
Seperti daun gugur
Menjadi pupuk kehidupan.
Tak seorang Muslim yang ditimpa musibah, baik berupa rasa susah, atau sakit bahkan sebuah dun menusuk kulitnya, kecuali hal itu menjadi kaffarah baginya.
***
Terima kasih atas doa untuk Mas Bebek. Semoga Allah menerima segala kebaikan mas, dan mengampuni kesalahannya. Mohon dimaafkan, jika mas ada salah, baik itu yang disengaja atau tidak.
Terima kasih banyak, untuk teman-teman semua (yang tak bisa disebutin satu-persatu). Semoga Allah membalas kebaikan kalian, amin.
Memperingati tujuh hari alm.
Mas tetap menjadi bagian hidupku.
Terima kasih telah menjadi bagian dalam hati.-Iko-
It was so contrary with Alan Bennet’s the History Boys. in The History Boys (film) we would see history in a different perpective, at least for we are indonesian. It show the enthusiasm of some student, the bright ones, that have the same goals on entering Oxford and Cambridge.

